![]() |
| Gambar : digitalbisa.id |
Tahukah kamu? Literasi digital merupakan bagian penting dari teknologi, khususnya sistem informasi. Kemampuan ini berfokus pada penggunaan teknologi dengan sebijak mungkin untuk menciptakan komunikasi yang interaktif dan positif. Selain itu, dengan menerapkan literasi digital juga dapat membuat masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan teknologi. Apa sebenarnya literasi digital itu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Pengertian Literasi Digital
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti computer. Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.
Empat Pilar Literasi Digital
- Digital ethics (etika digital), yaitu kemampuan masyarakat dalam menyadari, menyesuaikan diri dan menerapkan etika digital atau netiquette saat berselancar di dunia digital. Contoh dari etika digital adalah tidak menyebarkan berita bohong dan tidak melalukan perundungan dunia maya.
- Digital culture (budaya digital), yaitu hasil kreasi dan karya manusia yang berbasis teknologi internet. Budaya digital juga dapat tercermin lewat cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi di dunia digital.
- Digital skills (cakap digital), yaitu kemampuan masyarakat untuk secara efektif, mengevaluasi dan membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital. Salah satu keterampilan digital adalah menggunakan media sosial hingga menggunakan platform belanja online.
- Digital safety (keamanan digital), aktivitas mengamankan kegiatan digital, salah satunya tercermin lewat penggunaan password hingga pemahaman mengenai OTP dan istilah cyber security lainnya.
Prinsip Dasar Literasi Digital
Menurut Yudha Pradana dalam Atribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital (2018), literasi digital memiliki empat prinsip dasar, yaitu:- Pemahaman, artinya masyarakat dapat secara implisit maupun eksplisit memahami informasi yang diberikan oleh media.
- Saling ketergantungan, artinya antara media yang satu dengan lainnya saling bergantung dan berhubungan. Media saat ini harus hidup berdampingan dan saling melengkapi.
- Faktor sosial, artinya media saling berbagi pesan atau informasi kepada masayrakat. Bagaimanapun, keberhasilan jangka panjang media ditentukan oleh masyarakat yang berbagi dan menerima informasi.
- Kurasi, artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk mengakses informasi, memahaminya, dan menyimpannya untuk dibaca nanti. Menjalankan juga mencakup kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif untuk menemukan, mengumpulkan, dan mengatur informasi yang dianggap berguna.
Manfaat Literasi Digital
Dilansir dari Manfaat Literasi Digital Bagi Masyarakat dan Sektor Pendidikan Pada Saat Pandemi Covid-19 (2020) karya Eti Sumiati dan Wijonarko, literasi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Manfaat tersebut di antaranya:- Kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan
individu.
- Meningkatkan kemampuan
individu untuk lebih
kritis dalam berpikir
serta memahami informasi.
- Menambah penguasaan ‘kosa kata’ individu, dari berbagai informasi
yang dibaca.
- Meningkatkan kemampuan verbal
individu.
- Literasi digital dapat
meningkatkan daya fokus
serta konsentrasi individu.
- Menambah kemampuan
individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis
informasi.
Tantangan Literasi Digital
Literasi digital setidaknya memiliki dua tantangan yang harus dihadapi. Tantangan ini bisa diatasi dengan menerapkan literasi digital dalam setiap penggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Berikut penjelasannya:
- Banyaknya arus informasi. Ini berarti bahwa orang menerima terlalu banyak informasi sekaligus. Literasi digital berperan disini yaitu mencari, menemukan, memilah dan memahami informasi yang benar dan relevan.
- Beredarnya konten negatif. Contohnya konten pornografi, isu SARA dan lainnya. Kemampuan individu dalam mengakses internet, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus dibarengi dengan literasi digital. Sehingga individu bisa mengetahui, mana konten yang positif dan bermafaat serta mana konten negatif.
Contoh Literasi Digital
Literasi digital bisa diterapkan di mana saja, berikut beberapa contoh penerapan literasi digital:
1. Literasi digital di sekolah
- Mengirim tugas sekolah lewat e-mail.
- Pembelajaran dengan cara online, yakni lewat aplikasi ataupun web.
- Mencari bahan ajar dari sumber tepercaya di internet.
2. Literasi digital di rumah
- Melakukan penelusuran dengan menggunakan browser.
- Mendengarkan musik dari layanan streaming resmi.
- Melihat tutorial memasak dari internet.
3. Literasi digital di lingkungan masyarakat
- Menggunakan media internet untuk menggalang dana atau donasi.
- Penggunaan media sosial untuk sarana promosi penjualan.
- Memakai aplikasi meeting untuk rapat RT.
Demikian pembahasan tentang pentingnya literasi digital saat ini. Terima kasih, baca juga artikel lainnya!
Referensei : kompas.com dan suara.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar