![]() |
| Gambar : lsdigital.com |
Perkembangan teknologi dan informasi berbasi digital kini semakin pesat, berbagai hal bisa dilakukan secara online dan dalam waktu yang cukup singkat. Jika dulunya para pengusaha hanya menggunakan media sosial untuk berjualan online, kini dengan mudahnya mereka dapat menjual barangnya secara luas, menggunakan marketplace dan e-commerce. Namun, marketplace dan e-commerce sering kali dianggap sebagai dua istilah yang sama, padahal tak demikian. Meski marketplace dan ecommerce merupakan platform jual-beli online, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari cara kerja hingga bagaimana mereka mendapatkan keuntungan. Nah, agar lebih paham, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan marketplace dan e-commerce yang menarik untuk kamu ketahui.
Pengertian Marketplace dan e-Commerce
Marketplace adalah layanan yang diberikan dari pihak ketiga sebagai perantara, antara penjual dan pembeli. Semua penjual dapat menjual produknya di marketplace. Konsep platform ini sama halnya dengan pasar tradisional. Hanya saja, semua transaksi dilakukan secara online. Contoh marketplace diantaranya Shoope, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dll.
Sedangkan e-commerce adalah salah satu tempat penjualan barang secara online yang menggunakan website. Dalam platform ini, tidak akan ditemukan toko online bahkan competitor lain. Dengan kata lain, platform tersebut dibuat secara eksklusif hanya dikelola oleh brand atau merek itu sendiri. Jadi, tidak ada pihak ketiga yang ikut campur di dalamnya. Contoh e-commerce adalah MatahariMall.com, Alibaba.com, AlfaGift, dll.
Perbedaan Marketplace dan e-Commerce
- Persaingan
Pemilik e-commerce atau website store tersebut tidak memiliki pesaing. Pengunjung yang datang, bisa dipastikan tertarik dengan produk yang ditawarkan. Justru, kompetitor di sini terjadi dengan sesama e-commerce lainnya. Sedangkan marketplace, memiliki persaingan lebih keras daripada e-commerce. Sebab, banyak toko berbeda yang menawarkan produk dengan kualitas dan kuantitas yang sama dalam satu platform.
- Media Komunikasi
Menggunakan e-commerce akan sangat mudah untuk berkomunikasi. Banyak fitur komunikasi yang bisa digunakan pembeli, seperti halnya fitur message dalam website, hingga tersedia tautan Whatsapp, Line, atau Telegram. Sementara, penjual di marketplace tidak bisa melakukan hal tersebut. Semua media komunikasi hanya bisa melalui fitur yang sudah disiapkan oleh marketplace itu sendiri. Hal ini agar tidak ada kesepakatan antara pembeli dan penjual yang melakukan transaksi di luar marketplace.
- Faktor Teknis dan Efektivitas Biaya
E-commerce adalah website store yang dibuat khusus untuk brand atau merek itu sendiri. Tidak semua orang memiliki pengetahuan dan mampu mengelola e-commerce dengan baik. Sehingga diperlukan staf ahli di bidang website developer. Tidak heran, jika pembuatan e-commerce membutuhkan biaya yang cukup besar. Apalagi jika pemilik bisnis tidak memiliki keahlian dibidang tersebut. Apabila tidak memiliki modal untuk membuat e-commerce, marketplace bisa menjadi pilihan alternatif. Dengan mudah, pemilik bisnis bisa membuat tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun, alias gratis. Marketplace menyediakan platform untuk memposting segala sesuatu yang berhubungan dengan toko online. Mulai dari upload produk, deskripsi, stok barang, cara pemesanan hingga pembayaran. Semua telah disediakan oleh pihak ketiga.
- Jenis Produk yang Dijual
Pada e-commerce karena website yang dibuat khusus, maka yang dijual hanyalah produk milik brand atau merek tersebut. Meskipun mengeluarkan berbagai macam jenis produk, nama merek tetap sama. E-commerce akan lebih cocok dan tepat, jika produk yang dijualkan unik dan eksklusif. Sedangkan di marketplace, jenis produk yang dijualkan dari berbagai macam brand. Artinya, platform ini menyediakan banyak toko yang menjual berbagai macam produk, brand, hingga jasa.Artinya, satu toko boleh menjual produk apa pun dan dari merek apa saja. Pemilik toko online tidak harus memiliki produk sendiri. Sehingga, cocok digunakan untuk menjual produk yang sudah umum di pasaran.
- Markering dan Traffic
Memiliki modal yang cukup, pastinya e-commerce memiliki tim ahli di bagian marketing. Tidak heran, apabila promosi pada platform ini memiliki potensi marketing yang lebih baik dan tidak terbatas. Jika strategi marketing dilakukan dengan benar maka trafik penjualan pun akan jauh lebih besar. Selain itu, pemilik toko online juga bisa menentukan luasan jangkauan. Sehingga, tidak akan kehilangan leads. Sementara, untuk marketplace penjual tidak perlu memikirkan tentang marketing. Sebagai penyedia, pihak ketiga lah yang akan menarik trafik dan menjual produk di dalam platform sebanyak mungkin. Oleh karena itu, penjual tidak harus mengeluarkan uang untuk melakukan promosi.
- Jumlah Penjualan
Sudah sangat jelas bahwa e-commerce punya brand itu sendiri, artinya siapa pun yang mengunjungi website tersebut tertarik dengan produk yang dijualkan. Tidak heran, margin yang diperoleh di e-commerce jauh lebih tinggi. Namun, berbeda dengan marketplace. Setinggi apapun traffic yang mengunjungi marketplace, belum tentu konsumen akan mengunjungi toko online tersebut. Kenapa bisa begitu? Hal ini karena banyaknya penjual yang menjualkan barang atau jasa dalam satu tempat. Sehingga, tidak heran jika persaingan akan jauh lebih sengit.
- Pengumpulan Data
Dari hal ini, e-commerce memiliki pengumpulan data yang lebih lengkap dibandingkan marketplace. Semua data pengunjung website akan bisa dianalisis dan dan diketahui. Berbeda dengan marketplace yang semua data pengguna dikelola oleh pihak marketplace.
Referensi : kreditpintar.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar